Hari ini ada demo (11.15 wib) ‘adek-adek’ tingkatku(fak. Hukum,Ekonomi ama Sastra) masalah SPP yang ‘ilang’entah kemana. Tadi pagi emang semua Satpam UNEJ di panggil ke kantor rektorat mungkin buat jaga-jaga kli ya. Aq cuman ngeliatin aja dari dalam ruangan (jarak antara ruanganku ama demo terpaut 10 meteranlah wong aq gak ngukur panjangnya berapa).Mereka bawa spanduk karton yang isin’e cem-macem tpi intinya meminta pertanggung jawaban pihak uni versitas ama bank JATIM soal tidak diterimanya pembayaran SPP sejumlah mahasiswa dari ketiga fakultas ke Universitas melalui bank yang telah ditunjuk.
Klo nurut gossip yang beredar dari kalangan Dosen2 ama staff kantor pusat sih jumlah pembayaran yang tidak diterima ama universitas sekitar Rp.400 Jutaan(jangan percaya namanya juga gossip bapak-bapak). Setelah tanya orang sana sini ahirnya aq menemukan titik cerah (ciee) kronologis cerita ilangnya dhuwit SPP itu.Begini ceritanya:
Saap masa pembayaran SPP semester kemarin banyak mahasiswa dari ketiga Fakultas yang nitip pembayaran kepada sejumlah orang (kaya aq dulu), ada yang nitip ke Ibu/Bpk kostnya,temennya,trus ama pegawai nya(ini masih katanya lho), alasan penitipan sih cem-macem tau sendirilah klo yang pernah kuliah kira-kira.Nah setelah ‘proses’ pembayaran selesai maka diberilah slip pembayaran berlogo Bank Jatim (karena bank ini yang ditunjuk oleh ketiga fakultas sebagai tempat pembayaran) kepada si pembayar.Nah setelah beberapa saat berlalu (masuk proses kuliah lagi)terbukalah klaim tidak diterimanya pembayaran SPP dari ketiga fakultas itu ke rekening universitas nah lo.Gossip beredar katanya slip yang digunakan untuk pembayaran itu palsulah, tanda tangannya juga aspallah, cap lunasnya itu boong jugalah dll yang klo dituruti jadi bingung sendiri ^0^ jadinya aq cantumin gosip yang paling banyak diomongin ( kyak lembaga survey aja).Nah perwakilan dari demostran ahiernya diterima pihak rektorat kira-kira jam 11.30 (liat jam yang ngegantung di ruangan ama nyambi clingukan ngikutin perkembangan demo di depan kantor ama kerjaseperti biasa he ) ada beberapa orang kira-kira 10an orang aq gak ngitungin satu-satu karena lagi rada konsen masukin dokumen pengadaan ke dalam amplop. Yang menarik setelah perwakilan demostran diperbolehkan masuk untuk mediasi sisa-sisa demonstran duduk lesehan didepan kantor dan didepan satpam (satpamnya juga capek kali mereka tak liatin juga ikutan duduk tuh )sayang banget moment “duduk”bersama ini gak kerekam kamera ,aq gak bawa lagian klo bawa ntar dicurigai ama pihak kantor juga(ih suuzon bgt ya).Sementara “para satpam dan adek-adek yg lgi demo duduk” hujan turun, trus kira-kira jam 11.45 semua perwakilan turun(kantor ruang rapat ada di lantai 3) yang disambut ama “upacara”demonstran. dan ahirnya diiringi dengan rintik-rintik hujan mereka pada bubar kembali ke alamnya masing-masing.